Sabtu, 11 Oktober 2014

"Pondok Pesantren dan Pendidikan Kepemimpian"



      Pesantren adalah lembaga pendidikan tertua diindonesia sebalem datangnya pendidikan modern. Pesantren menggabungkan tiga pilar pendidikan , yaitu rumah, lingkunhan dan sekolah. dalam unsur-unsur tersebut pesantren mencoba untuk menggabungkannya sehingga tiga unsur tersebut berklandaskan iman dan takwa kepada Allah SWT. tiga pilar tersebut merupakan tiga asas pendidikan yang harus berkualitas baik dan religius sehingga pendidikan bagi seorang anak "ajeg" penuh dan holistis juga istiqomah dalam menjalankan nilai-nilai pendidikan, jika seandainya satu saja diantara satu hal tersebut kurang baik, maka pendidikan tidak akan efektif dan holistis, tetapi akan menjadikan karakter anak menjadi labil dan tidak istiqomah ( dua kepribadian baik dan buruk ) dalam mengaplikasikan nilai-nilai pendidikan, atas dasar ini pendidikan pondok pesantren menyediakan tiga asas pendidikan tersebut kepada anak, dan mengemasnya sedemikian bagus supaya karakter yang dibentuk begitu kuat tertanam dan optimal dalam pengaplikasiannya dalam kehidupan. maka dengan pendidikan seperti itudikala santri suatu hari nanti menjadi pemimpin maka dia akan istiqomah dan kuat dalam menghadapi semua godaan dan cobaan manis untuk dilewati agar sesuai dengan ketentuan Allah SWT.
manusia diciptakan oleh allah sebagai penghunin bumi bertujuan untuk menjadi pemimpin, sesuai dengan firman allah di dalam Q.S Al-Baqarah:30 yang berbunyi :
                                                        وإذقال ربك للملائكة إني جاعل فى الأرض خليفة 
" Ingatlah ketika tuhanmu berfirman kepada para malaikat : sesungguhnya aku hendak menjadikan kholifah (Pemimpin) di muka Bumi ."  
   Berkaitan dengan kepemimpinan, pesantren dengan sistem pendidikannya yang khas dan unik, mencoba menjadikan santrinya sebagai kader pemimpin, karena dalam kehidupan sehari-hari seorang anak dituntut untuk bertanggung jawab dalam menjalankan disiplin dan taat akan semua aturan. tak hanya aturan yang tertulis saja, dipesantren jusrtu setiap santri haruslah larut dalam kebudayaan religi pesantren yang tidak tertulis, karena pesantren ialah lembaga pendidikan yang bukan hanya berorientasi pada pendidikan materi tetapi yang terpenting juga berorientasi pada pengamalan ilmu-ilmu yang ada. hal ini dipertegas oleh seorang pemikir pendidikan Ivan Lich (1972). dia mengajak untuk memboikot setiap lembaga pendidikan dan belajar di alam jika sekolah hanya mengajarkan materi saja tanpa pengalaman dan eksperimen pendidikan.
     Mengapa Pesantren disebut sebagai kawah candra dimuka bagi calon seorang Pemimpin. Hal ini sesuai dengan pendapat Muhammad Natsir (Seorang Negarawan Religius Indonesia, Pemimpin Partai Politik Masyumi). dia menyatakan bahwa Pesantren menjadi lembaga yang pas dalam mendidik seorang Pemimpin karena mempunyai empat agenda dalam pembentukan pemimpin dan Jiwa Kepemimpinan, yaitu sebagai berikut :

Kaderisasi
     
        Seorang anak didik di Pesantren mendapatkan Program Kaderisasi dalam jiwannya untuk menjadi seoprang pemimpin, seorang anak diberikan penanaman jiwa bahwa dirinya kelak jika sudah selesai belajar dipesantren, akan dipercaya memipin masyarakat dal;am setiuap kegiatan dan membawanya kearah yang diridhoi allah SWT. dalam setiap kebiudayaan dan kurikulum Pesantren, santri diwajibkan untuk mempunyai perasaan bahwa dirinya kelak akan memimpin ummatnya.

Pemberian Tugas dan Kewajiban
     Calon Pemimpin haruslah dilatih dengan penugasan bukan hanya diberikan ceramah saja. mereka diberikan kesempatan untuk mengemban tugas, dengan praktek mereka akan secara langsung merasakan, memahami, dan meyakini nilai yang hendak ditanamkan oleh gurunya. contohnya seorang senoir santri diwajibkan agar mengkondiosikan acara rutin pesantren seperti Muhadloroh atau membangunkan santri setiap pagi

Pemeranan
     Setiap Santri dipesantren haruslah berperan sebagai apadia ketika itu. seperti yang dikatakan oleh KH. Cecep Ishaq Asy'ari Mu'thy : dimanapun anda menginjak disanal anda berfungsi. santri diberikan tanggung jawab untuk menkoordinir, karena ssesuai dengan pepatah "mau dipimpin siap memimpin". setiuap santri haruslah menjalankan semua peran yang ia sandang ketiaka itu, dalam kehidupan dikamar contohnya, seorang ketua kamar haruslah mengajak semua anggotanya agar selalu rajin belajar dan taat terhadap peraturan.

Pencontohan
       Di Pesantren tentu disana ada sesosok Figur yang menjadi teladan bagi semua santrinya yaitu sesosok Kyai Pesantren dan Ustadz-ustadz, setiap hari sosok teladan tersebut memberikan contoh dalam setiap linin kehidupan santri dari bangun hingga tidur. Pada hakikatnya Pendidikan adalah mengajarkan melalui Pencontohan, santri menilai suatu berharga atau tidak setelah pelaksanaan yang dilakukan oleh guru yang mengajarkannya.
atas poin-poin tersebut,n Pantas bila Muhammad Natsir merujuk Pesantren sebagai Lembaga Pendidikan paling banyak memberikan Kontribusi dalam pembentukan Pemimpin Agama dan Bangsa.     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar